Next
Previous

Share This Blog

Tampilkan postingan dengan label My Novel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Oktober 2011

0

Love In Los Angels (My Novel, Part 4)

Posted in
“Oke, maafkan aku ya Michael, kalau pembicaraan tadi menyakitimu ”
“Ah gak apa2 kok.” Ucap Michael sambil tersenyum tipis.
“Hmm oh ya ini foto yg pernah kupecahin kemarin, maaf ya kalau kau enggak suka.” Sambil si Mytha menyerahkan foto yg sudah dipernak-pernik heboh.
Michael menahan tawa “Makasih ya, ngomong2 selain bodoh kau pintar juga ya.”
Si Mytha terpancing emosi ”Ohh…… jadi dari kemarin kau anggap aku ini bodoh ya ?”
“Habisnya…… kau selalu melakukan sesuatu yang bodoh menurutku. Sudah ah, kita kembali masuk ke mobil !”
Mytha kesel banget dikatain bodoh begitu sampai-sampai didalam mobil ia masih cemberut aja.
“Tu kan melakukan hal yang bodoh lagi, mana bisa dengan wajah yang seperti badut itu bisa menyelesaikan masalah.”
Mytha diam saja.
“Kalau kau masih cemberut, aku akan mengajak kau ke suatu tempat, mau ga’ ?.
“Kemana lagi ?.
“Udah kau ikut aja.”
“Hhhh Whatever.”
Setelah perjalanan yang menghabiskan waktu 20 menit itu berlalu, ternyata Michael mengajaknya bermain Snowboard di salju seperti dimimpinya beberapa hari yang lalu.Hal itu membuat Mytha tercengang dan enggak nyangka mimpi yang aneh itu jadi kenyataan.Michael mengajak Mytha bermain Snowboard, awalnya ia menolak tapi akhirnya mau karena terus dibujuk oleh Michael.
Beberapa menit kemudian terlihat Michael dan Mytha memakai baju khusus Snowboard.Tapi sepertinya Mytha kurang nyaman.
“I feel I can’t play this.”
“Ini mudah kok, nanti aku bisa ajarin kau main ini.Ayo ke atas bukit itu.” Michael mulai bergerak menaiki bukit yg tinggi itu,Mytha ikut membuntutinya Saat sampai di puncak bukit Michael menunjukkan cara-cara main Snoowboard. Saat sampai dibawah, Michael menunjukkan isyarat yang sepertinya menyuruh Mytha untuk turun berselancar,tapi Mytha hanya diam saja karena enggak ngerti apa maksudnya yang dilihat hanya tubuhnya saja tapi wajahnya Michael enggak kelihatan sama sekali.Michael terpaksa naik keatas bukit lagi.Tapi disangkanya Mytha, Michael pergi meninggalkannya dan terpaksa Mytha berteriak memanggil nama Michael tanpa peduli orang yang menolehnya.Tiba-tiba ada yang menutup mulutnya dari belakang yaitu Michael.
“Kau bisa diam tidak ? Sekarang aku sudah ada disampingmu.Kau itu memalukan.”  Ucap Michael berbisik dan masih menutup mulutnya Mytha. Mytha hanya mengangguk saja,tanpa ngomong satu kata apapun. Setelah itu Michael baru melepaskannya dan ia menggabungkan papan seluncur Mytha dan dirinya.
“Apa yg kau lakukan Michael ?” ucap Mytha dengan heran
“Sekarang aku akan mengajakmu bermain Snowboard berdua. Hitung maju 1,2,3 Go……!!”
Mytha kaget dan langsung berteriak saja,tapi baru jalan kebawah Michael dan Mytha tergelincir karena papan luncur yang dipasang Michael tadi lepas sehingga menyebabakan Michael memeluk Mytha untuk melindunginya.Mytha tambah panik,Akhirnya ia mengakhiri kepanikannya dengan berteriak sekencang-kencangnya sambil mememjamkan matanya. Sampai kebawah mereka dengan selamat masih berpelukan dgn posisi Mytha dibawah dan Michael diatas, Mytha yang masih merem tapi sudah tak berteriak lagi.Saat perasaan Mytha merasa sudah sampai tanah ia baru membuka mata,dan didepannya sudah ada Michael,tapi ia bukannya berteriak lagi malah diam saja soalnya ia berpikir ia sudah mati dan ia sekarang sudah ada disurga bersama malaikat.
Sambil berdiri Michael memegang telinganya “Teriakanmu bisa masuk rekor muri didunia.”
Mytha dengan bangga “Itulah kelebihanku.Eh malaikat ini yang namanya surga, tapi kenapa sama saja ya sama diduniaku yang dulu ? Lha kamu kok mirip sama sahabatku yang gila itu ?”
Michael pura2 kesel lalu mencubit pipinya Mytha, ”Hey, kau pikir ini surga apa ? Seenaknya aja bilang aku gila”
“What !? Berarti yang tadi kamu beneran dong ?”
Mengangguk sambil memalingkan muka “Huh, sudah cepat berdiri, kita cari bukit lain yang lebih rendah, disini terlalu sulit bagimu.”
Mytha terbengong-bengong dan menatap Michael yang mulai berjalan.
Michael menoleh kebelakang dan menarik tangannya Mytha “Hey ayo jangan diam berdiri disitu.”
Setelah medapatkan bukit yang lebih rendah daripada yang tadi. Michael menanatang Mytha untuk berselancar sendirian.Mytha pun menerimanya dengan gaya sok bisa.Tapi saat berseluncur ditengah kemiringan bukit Mytha terjatuh telungkup, sehingga wajahnya Mytha penuh dengan salju.Si Michael malah menertawakannya.
          “Kenapa kau tertawa ? ga’ ada yang lucu tau.” Ucap Mytha kesal.
          Masih tertawa “Hahaha…… Makannya jadi orang jangan sok-sokan bisa.”
“Daripada ngoceh panjang lebar sama dia mending coba bangun sendiri saja.” Gumam Mytha dalam hati.Tapi saat dicoba beberapa kali tetap tak bisa, sampai Michael menyamperinya.
          “Ayo bangun” ucap Michael.
Mytha jadi makin kesel,uluran tangannya Michael tadi ditarik ke bawah dengan tanggannya Mytha sampai mukannya Michael penuh dengan butiran salju. Michael membalas kelakuan Mytha dengan melemparkan bola salju ke muka Mytha yang ada disampingnya. Akhirnya mereka saling melempar bola salju sampai matahari tenggelam dan mereka berdua baru pulang.
Saat sampai dirumahnya Mytha ……
          Membuka pintu mobil “Goodbye Michael, see you again.”
          “Wait, I will say something for you !”
          “OK, tapi cepat sedikit ya. Nanti tanteku marah gara-gara pulangnya kemalaman.”
“Titip salam ya buat tantemu, terimakasih banyak. Oh ya besok kerumahku ya. Ada sesuatu yang mau ku bicarakan”
“Apa itu ?”
“Hmm ada deh…”
“Okay……” Mytha mau turun tertunda lagi.
“Wait……”
“Hhh Apa la…… gi…… ?” Mytha memberhentikan kata-katanya karena keningnya dicium Michael.
 Setelah itu Michael berkata “Thank you for all.” Mytha yang masih bengong enggak sadar turun dari mobilnya Michael, dan mobil itu langsung ngeloyor pergi meninggalkan Mytha yang masih bengong kayak patung.Saat sudah sadar kembali,ia langsung masuk rumah tanpa ingat kejadian yang tadi.

®

“Apa ? Ya aku akan beritahu segera !” Ucap Tante sambil menutup telepon. Dengan tergesa-gesa Tante masuk ke kamarnya Mytha. Saat itu Mytha sedang tengkurap di kasur sambil senyum-senyum sendiri menatap butiran-butiran salju yang ada di luar sana.
“Baakk” terdengar suara pintu dibuka dgn keras, Mytha kaget melihat wajah tantenya yg begitu pucat.
“Ta, ibumu……” Ucap tante menggantungkan kata-kata
Mytha bangun dari kasurnya, badannya menjadi lemas. Membayangkan ada sesuatu yang telah terjadi pada ibunya. “A… ada apa denganya ?”
Dengan segera Mytha buru-buru ke bandara balik ke Jakarta, selama diperjalanan Mytha hanya bengong memikirkan ibunya. Sesampai di bandara Jakarta, Mytha langsung ke rumah sakit menjenguk ibunya. Sambil berlinang air mata, Mytha  melihat ibunya terbaring lemah diatas kasur dengan banyak perban ditubuhnya.
“Ibu……” Isak tangis Mytha sambil duduk disamping ibunya.
“Kau tak perlu khawatirkan ibu sayang. Ini hanya kecelakaan”
“Kecelakaan bagaimana ? Lihat ibu dibakar oleh tangan ayah sendiri. Kini perbuatan Ayah tak bisa kumaafkan ! Mulai detik ini juga aku bukan anak Ayah, aku adalah anak Ibuku !” Ucap Mytha sambil memegang tangan ibunya
“Dengar baik-baik nak, ayahmu memang bukan ayahmu, dan ibumu ini bukanlah ibumu yang sebenarnya.”
“Jangan bicara seperti itu.”
“Suatu saat nanti kau akan menemukan yang sebenarnya nak. Ibu percaya padamu, jadilah anak yang berguna bagi semua orang. Ingat baik-baik pesan ibu ya.”
“Ibu, ibu, jawab aku !” Ucap Mytha berteriak
Tangan ibunya kini tidak menggengam tangan Mytha lagi, alat pendeteksi jantung pun menggambarkan detak jantungnya sudah tidak ada. Sambil tak percaya Mytha membangunkan ibunya, tapi tak bangun-bangun sampai sang dokter dan suster masuk ke ruangan itu, dan menyeret Mytha keluar. Kini Mytha tak bisa menahan tangis kesedihannya, ia berada diluar ruangan itu sendirian, tak ada yang bisa menenangkannya. Yang ia pikirkan  kenapa ibunya bicara seperti itu ? dan bagaimana hidupnya nanti jika ia tanpa ibunya ?.
“Kalau kau menangis begitu, tak akan ada gunanya !” terdengar suara yang tidak asing lagi bagi Mytha, dengan cepat Mytha menoleh, ternyata Michael. Dengan lemas Mytha mengambil sapu tangan yang sejak tadi disodorkan oleh Michael.
“Aku terlambat ya ? Maafkan aku.” Tanya Michael sambil memeluk Mytha untuk menenangkannya
“Tidak, kau datang tepat waktunya Michael. Tapi kenapa kau ada disini ? Bagaimana kau tahu kalau aku ada disini ?”
Belum sempat menjawab, sang dokter keluar dari ruangannya “Maaf, kami tak bisa menolong ibu anda. Kami turut berduka cita.”
Mendengar perkataan sang dokter, Mytha langsung melarikan diri keluar dari rumah sakit sambil menangis. Ia berpikir hanya ingin pulang saja berharap ibunya berada dirumah meyakinkan kalau kejadian ini bohong. Saat diperjalan, Mytha melihat Ayahnya yang sedang minum bir di pinggir jalan sendirian. Dengan geram Mytha menyamperinya.
“Ayah ! Apa yang kau lakukan dengan ibuku ? Ayo jawab !”
“Oh ternyata kau, ayo ikut aku !” Ucap Ayahnya sambil menarik tangan Mytha.
“Jawab aku dulu Ayah !”
“Ooo Baiklah, aku sengaja membakar ibumu karna kau keluar rumah. Kan sudah kubilang kau dirumah saja. Dan ku buat kau jadi taruhanku, dan aku akan mendapatkan uang yang banyak ha ha ha” Ucap Ayahnya setengah mabuk
Mendengar perkataan itu, tak segan2 Mytha menampar Ayahnya dengan keras sambil menangis lagi. “Kau pikir dengan uang kau bisa bahagia ? Mulai hari ini aku bukan anak Ayah ! Aku benci Ayah !” Ucap Mytha mulai mau pergi tapi Ayahnya begitu sergap,  ternyata Ayahnya membawa dua temannya, dengan segera mereka menyeret Mytha ke dalam mobil. Mytha berusaha berteriak minta tolong, tapi apa daya ia tidak berada di kearamaian.
“Tunggu !!” Semua menoleh kearah suara itu. Lagi-lagi si Michael datang menolong Mytha.
“Jangan mendekat Michael, cepat lari !!” Teriak Mytha, tapi Michael tetap tak mau lari.
“Mau apa kau kemari, mau mati ?” ucap salah satu teman Ayahnya Mytha.
Dengan santai, Michael mengeluarkan 1 pack uang dolar yang tebal dibalik saku jaketnya Michael “Aku akan membeli perempuan itu, kau tertarik dengan tawaranku ini ?”
Ayahnya Mytha mengambil uang ditangannya Michael, menghitung dan mengecek uangnya. Tak lama, ia menyuruh temannya untuk menyerahkan Mytha. Sebelum pergi Ayah yg jahat itu berteriak “Asal kau tau saja, aku bukanlah Ayahmu !”
Perlahan dada Mytha terasa sakit karena masih tak percaya apa yang dikatakan kedua orang tuanya, seketika ia tergulai lemas sambil meneteskan air mata, dan ia nyaris pingsan. Untung saja Michael memegangnya dan membawanya pergi jauh dari sana dengan mobil ferarinya.

Minggu, 25 September 2011

0

Love in Los Angels (My Novel, Part 3)

Posted in
“Heh, tadi aku yang pegang duluan jadi aku yang minum duluan.” Ucap Mytha berusaha menarik cangkir itu.
“Enak saja, kan aku yang ingin duluan.”
“Sebagai tuan rumah dan yang paling besar bukankah harus mengalah dengan tamu dan bukankah tamu adalah raja ?”
“Huu dasar anak kecil, katro. gak pernah minum coklat panas sih.” Ucap Michael meledek Mytha sambil mengambil coklat panas yg lainnya.
 Mytha mengacuhkan perkataannya Michael dan menyeruput coklat panas yang tadi diperebutkan oleh Mytha dan Michael “Mmm…… delicious. Coklat darimana ini ?”
“Coklat ini asli dari Switzerland loh.”
Mytha kaget, karena coklatnya dari Switzerland, dan hampir saja ia mau tersedak saat menikmati coklat panas yang enak itu, Michael melihat Mytha sambil tersenyum,Mytha pun memergokinya
“kenapa kau melihatku seperti itu lagi ? Aku sudah tau kok mukaku jelek”
“Haha mang udah jelek kok. Lihatlah mulutmu yg belepotan seperti badut itu, haha !” Ucap Michael sambil tertawa
“What !?” Kaget si Mytha, andai saja kalau kulit dia putih tentu akan kelihatan merona merah di pipinya tanda ia malu. Tapi untungnya kulitnya enggak putih, jd ga’ akan terlihat merona merah dipipinya.
Sejenak Michael mengambilkan saputangan lalu membersihkan mulut Mytha yang belepotan. Mythapun kaget, dengan lemas mengambil saputangan dari Michael.
“Thanks. Mmm…… Kau dsini tinggal sama siapa aja ?” Tanya Mytha
“Hmm kayaknya cuma aku dan anak2 yg tinggal di Neverland ini.”
“Hah serius ? memang keluarga mu enggak ada ?”
“Keluargaku ada sih tp tidak disini. Alasan aku tinggal disini karena aku ingin mempunyai banyak teman-teman, sehingga aku tak kesepian.”
“Ohh,, lalu perempuan itu siapa ? sepertinya kalian berdua mesra sekali.” Ucap Mytha basa-basi walaupun sebenrnya dia tahu, siapa perempuan itu.
“Itu pacarku.”
“Ohh…” dengan cepatnya Mytha menghabiskan coklat panasnya, saat dia melihat jamnya. Ternyata udah siang. Buru2 Mytha ingin cepet pulang, takut ntar dicariin tante dan omnya. “Ehh, aku pulang dulu ya daahh..”
 “Tunggu, jangan pergi dulu !” Cegat Michael dengan menarik tangan Mytha, lagi-lagi ia selalu menarik tangannya dengan erat sekali dan slalu membuatnya deg2an
“Ihh, lepasin. Sakit tau”
“Aku tak akan melepaskanmu.” Menatap mata Mytha pertanda ia memohon,dan itu membuat hati luluh Mytha.
“Mau apa lagi sih ?”
“Judes amat sih. Mau ku antar sampai ke rumahmu tidak ?” Tawar Michael
“No, thanks. Rumahku bukan disini. Sudah lepaskan aku !”
“Lalu ?”
Mytha hanya terdiam.
“OK, no problem. Bagaimanapun juga kau tak akan bisa keluar dari sini. Karna aku memegang kuncinya.” Michael menggoyang2kan kuncinya diatas  kepala Mytha sambil tersenyum lebar.
“Sial…… Ok, ok aku akan terima diantar denganmu” Ucap Mytha terpaksa.
Sambil menarik tangan Mytha, mereka menuju ke parkiran mobil yg amat sangat luas. Lalu Michael menaiki mobil ferari yg super mewah, sebelumnya Michael mempersilahkan Mytha duduk di mobilnya.
“Akhirnya kau mengalah juga haha”
“Bukan mengalah tapi terpaksa.
“Dimana rumahmu ?”
          “Di Indonesia.”
“What !?” si Michael tersontak kaget dan tiba2 mengerem mobilnya mendadak dan menoleh ke arah Mytha sambil terhera-heran.
          “Kau kan sudah berjanji mengantarkanku sampai kerumah.Berarti kau harus tanggung jawab dong sama janjimu itu.” Ucap Mytha dengan gaya sok marah2, padahal dia pengen ketawa.
“Really !? Kenapa enggak bilang dari tadi ?”
“Haha, aku tak tahan melihat wajahmu yg seperti itu. Seperti orang hilang yg lupa arah haha.”
“Kau bercanda ya ?”
“Haha, oh ok,ok. Sebenarnya aku sedang berlibur dirumah tanteku yg rumahnya tidak jauh dari sini.”
“You, arghh. Akan kubalas kau” Ucap Michael malu, sambil memulai menyetir mobilnya.
“Coba saja kalau bisa wee…” Ledek Mytha
“Yasudah, dimana rumahnya ?”
“Yang itu, yang pagarnya berwarna biru.”
“Oh……” Dengan segera Michael membanting setir mobilnya ke kanan, lalau berhenti tepat didepan pagar hijau yg ditunjuk Mytha tadi.
“Thanks buat tumpangannya.” Ucap Mytha tersenyum sambil menuruni mobil ferari mewahnya Michael.
“No problem. Lain kali sering-sering kerumahku ya
“Tak akan, aku kapok kerumah kau, yang ada aku sering dikerjaiin.Kalau begitu ya sudah ya Dahh
Michael terbengong-bengong mendengar perkataan Mytha tadi tapi akhirnya ia pulang juga.Sedangkan Mytha disambut tantenya dengan sangat gembira, yang sedari tadi melihat Michael dan Mytha diluar sana.
“AAAAA Mytha kau ketemu Michael ya ? Tolong kenalin dong!” Teriak Tantenya sambil memeluk Mytha.
“Tante kok gitu amat sih,dia kan cuma temen yang nyebelin banget.”
“Oh my god, kalian sudah saling kenalan dan jadi temen.Eh gimana caranya jadi temennya ?”
“Ihh tante lebay deh memangnya dia siapanya tante sih ?”
“Ya ampun Mytha kamu ternyata masih belum sadar juga ya, dia itu yang kita bicaraiin kemarin sore.”
“Apa ? Enggak mungkin. Orangnya biasa2 begitu, g ada istimewanya ah”
“Wah parah, lihatlah dia itu sgt manis tau. Emang susah ngomong sama kamu, harus panjang lebar.Ya sudah kalau kamu masih belum percaya tanya saja sama orangnya.Sudah ah tante mau masak dulu.”
“Apa !? Tante belum masak ?”
“Iya memangnya kenapa ? Tante sudah biasa begini kok.”
Mytha cuma mesem dan mulai mengingat-ingat kejadian yang tadi ia lakukan dengan Michael, tapi yang ia ingat hanya percakapan didalam ruangan yang aneh tadi.Mytha berfikir lagi daripada pusing mikirin itu mending benahin fotonya Michael yang tadi aja.Sambil memegang sakunya yang berisi foto ternyata ada saputangan Michael yang lupa ia kembalikan.
“Ya ampun kenapa aku lupa mengembalikannya.Tapi lumayan buat kenang-kenangan.” Gumam Mytha sambil menyimpan saputangan itu dikamarnya, setelah itu ia mulai mencari barang pernak-pernik lalu ia hiasi fotonya dengan pernak-pernik itu.

®

B
eberapa hari kemudian, pagi-pagi bel pintu berbunyi lama sekali, karena daritadi tak ada yg membukanya akhirnya Mytha membukakan pintu. Saat membuka pintu……
“Good morning.” Ucap tamunya.
“Michael !?” Kaget si Mytha
“Ayo ikut aku !” Ucap Michael sambil menarik tangan Mytha.
” Wait, aku ga’ bisa. Belum tentu aku diijinin sama tanteku untuk keluar”
“Sudah sana ikut saja dan jangan lupa oleh-olehnya ya” Ucap tante Mytha yg tiba2 nongol di depan pintu.
“Haa…” kaget Mytha mendengar itu.
Michael langsung membawa Mytha masuk ke dalam mobil ferari mewahnya yg kemaren, lalu mengucapkan “Thanks aunt Mytha, Dahh!” ucap Michael sambil melambaikan tangan dan tersenyum manis kearah tantenya Mytha. Tante Mytha langsung bengong.
Di dalam mobil Mytha hanya diam sehingga suasana hening menyelimuti mereka.
“Ga’ biasanya kau begini, kau lagi ada masalah ? Kalau kau punya masalah ceritakanlah padaku mungkin aku bisa membantumu.” Ucap Michael memulai pembicaraan.
“Ehm nothing Sir.” Ucap Mytha pelan.
Sambil tertawa Michael berkata “Ya ampun Mytha kamu kenapa sih kamu itu bukan pembantuku. Dan lagipula aku belum setua itu kali, aku masih muda. Ah dasar haha .”
“Tapi kau seorang artis yg terkenal.”
Michael jadi tertawa terpingkal-pingkal “Aduhh Mytha kamu itu ya benar-benar deh. Kamu itu sudah kuanggap sahabat sendiri, jadi panggil namaku saja.Hahahaha……”
“Sahabat ? Jangan bercanda, kita kan baru kenalan kemarin.”
“Kenapa ? Jujur saja, sejak pertama kali kita bertemu rasanya aku seperti menjumpai seseorang yg udah lama ga’ kutemuin.”
“Huh dasar gombal. By the way mau kemana kita ?”
“Ada deh.”
“Huh OK, up to you.”
Akhirnya mobil ferarinya Michael berhenti juga. Disana tertulis Panti Asuhan Children. Disana keadaannya sangat menyedihkan,atapnya seperti mau roboh, catnya kusam, taman bermainnya sudah tak layak pakai, dan tempatnya terlihat kecil. Tp anak2 panti asuhan disana tetap bermain dengan gembira.
“Mau apa kita kesini Michael ? Bukankah anak kecil dirumahmu udah cukup banyak ?”
“Aku ingin menyumbang dipanti asuhan ini. Kau ga’ bisa lihat bagaimana keadaan panti asuhan ini ?”
Mytha enggak percaya. Jaman skarang jarang sekali orang kaya yg masih peduli yg seperti ini. Mytha jadi kagum
“Kau sangat dermawan, jarang ada orang yg seperti kau.”
“Hehe thanks.”
Disana Mytha dan Michael bergembira dengan anak-anak panti asuhan sesekali sambil berfoto dengan anak panti asuhan itu, lalu menyumbangkan dana. Ternyata benar-benar menyenangkan, dan dihati Mytha, ia yakin Michael bukanlah orang jahat. Lalu mereka membeli dua gelas teh hangat dan pergi ke taman yg tak jauh dari panti asuhan itu. Disana ada kolam yang airnya membeku dan diatas kolam itu ada jembatan kecil. Akhirnya mereka minum teh diatas jembatan kecil itu.
“Kau suka sekali ya sama anak-anak ?” Ucap Mytha memulai pembicaraan.
“Hmm sebenernya ga’ terlalu sih, cuma melihat mereka bahagia, akupun merasa bahagia.”
“Mungkin kau ingin punya anak kali, kenapa tdk buat anak saja dengan pacarmu ?” Ucap Mytha polos.
Michael tersedak. “Ngawur kamu. Aku masih muda tau, umurku masih 18 tahun. Lagipula aku masih ingin berkarya, walaupun sebenarnya aku bosan.”
“Kenapa ?”
“Kau tau ? Sejak kecil aku dipaksa menyanyi oleh ayahku. Jika aku ga’ melakukannya aku akan dihukum. Sampai2 aku ga’ bisa merasakan masa kanak-kanak ku hanya demi meneruskan adat keluargaku. Sehingga aku merasa selalu sibuk di sepanjang kehidupanku ini.”
“Tapi itu semua pasti demi kebaikanmu dan orang lain kan ? Lihatlah dirimu perjuanganmu membuahkan hasil yang luar biasa.”
“Kau tak akan mengerti……”
Hening………
Mytha melihat kewajah Michael yang berada disampingnya, tatapan matanya kosong. Mytha jadi merasa bersalah.
(To Be Continued)

Sabtu, 17 September 2011

0

Love in Los Angels (My Novel, Part 2)

Posted in
Saat Mytha sudah pulih kembali, ia mulai membuka matanya. Mytha berada di suatu kamar yang besar sekali.
“Dimana aku ini ?” gumamnya setelah kupikir kembali ia baru ingat tadi dia pingsan di komidi putar dan berarti sekarang ia ada dirumahnya………
“Hahh, imposible !”
“What’s impossible ?” terdengar suara cowok itu lagi didekat pintu kamar itu
“You again ! What are you doing here ? Get out !” (Kau lagi ! Apa yang kau lakukan dsini ? Keluar !)  Teriak ketakutan Mytha.
“This is my home, Why do you chase me ?” (Ini rumahku, kenapa kau mengusirku ?) ucapnya sambil menuju ke arah Mytha.
“Ada apa denganmu ? Jangan melihat sedekat itu memangnya dari jauh tak kelihatan.” Ucap Mytha tambah takut, karena wajahnya cowok itu serius banget dan deket banget sampai2 Mytha lupa akan bahasa Inggrisnya.
“Hmm, Aku rasa aku bisa berbahasa sepertimu juga haha” Ujar
cowok itu smbil membalikkan badan dan tertawa kecil.
Mytha bingung sendiri, kenapa cowok itu bisa berbahasa sepertinya, kulitnya putih, badannya tegap, wajahnya tampan, matanya biru bercahaya, rambutnya hitam mengkilap, begitu mempesona.Ciri2nya tidak sama dengan Mytha yang mempunyai kulit sawo matang, muka culun, berkacamata, dan rambut coklatnya dikepang dua, kalau dipikir2 kita berdua tak punya kesamaan fisik. Tp kenapa cowok ini bisa berbahasa Indonesia ya ? Ah mungkin dia pernah belajar B.ndonesia kali. Tapi melihat fisiknya seperti itu Mytha jadi takut “You don’t touch me, do you ?” (Kau tak menyentuhku, kan ?)
“What !? You crazy, I don’t touch you littlely. I have had girlfriend who loves me.” (Apa !? Kau gila, Aku tak menyentuhmu sedikitpun. Aku sudah mempunyai pacar yg mencintaiku.)
Saat cowok itu membalikkan badan lagi,tiba-tiba cowok itu diserang pakai bantal.Untungnya ia bisa menghindari serangan bantal ala Mytha.
“Ohh, so you will play attack pillow. OK, it this !” (Ohh, jadi kau ingin bermain perang bantal. OK, rasakan ini !)
Akhirnya mereka jadi perang bantal sampai kamar itu jadi berantakan kayak kapal pecah.
“Michael You……” (Michael kau……) Terdengar suara perempuan tapi dia mematahkan perkataannya karena kaget kamar itu berantakan berat.
“Oh baby, I am sorry.” (Oh sayang, Aku minta maaf)  Ucap cowok itu tersenyum kearah perempuan yg baru datang tadi.
“What are you doing with your bedroom babe ?.” (Apa yang kau lakukan dengan kamarmu ?) Ujar perempuan itu.
“Nothing, we just play attack pillow. But don’t worry let she is tiding mybedroom.” (Bukan apa2, kita hanya bermain  perang bantal. Tapi jgn khawatir biarkan dia membereskan kamarku)  Ucapnya sambil mendekati perempuan itu dan menunjuk ke arah Mytha.
“What !?” ucap Mytha kaget
“Let’s we get out baby.(Mari kita keluar sayang) Ucapnya sambil memegang pundak perempuan itu dan mulai berjalan keluar pintu lalu menutup pintunya kembali.Belum ada berapa detik ia melongokkan kepalanya dan berkata
“Rapikan kamarnya yang rapi ya !!!” Lalu menutup pintunya lagi. Mytha yang merasa diperlakukan seperti OB ingin marah tapi inikan kesalahanku juga jadi mau gak mau harus dilakuin.
“Dasar, cowok itu memang cari kesempatan dalam kesempitan ya.” Gumam Mytha sambil memulai merapikan tempat tidur itu. Saat ia merapikan tempat tidur itu ia melihat sebuah foto.
“Lho, ini kan cowok yang tadi, lalu ini cewek yang tadi juga, namanya Michael and Marrie. Oh, jadi dia namanya Michael, pantas saja cewek tadi manggil dia Michael kenapa aku tak sadar ya !?” ucapnya sambil garuk-garuk kepala.
“Bukankah dirimu yang seperti monkey ?” Lagi-lagi cowok itu lagi.
“Hah kau lagi Michael, aku memang suka garuk-garuk kepala kalau lagi bingung !”
“Darimana kau tahu namaku ?” Tanya cowok itu penasaran.
“Enggak penting kan aku tau darimana.”
“Jadi, dibelakang tanganmu itu apa ?”
“Bukan apa2.”
“Bohong,coba lihat.” Ucap Michael sambil memaksa Mytha memberitahukannya. Tapi tiba-tiba foto yang dipegang Mytha jatuh dan “PRANNG” akhirnya kaca frame itu pecah. Michael yang tahu ternyata fotonya itu rusak segera mengumpulkan pecahan beling itu.
“Aku minta maaf sudah merusak fotomu .” Ucap Mytha sambil membantu mengumpulkan pecahan beling itu.Tapi Michael diam saja.Karena Mytha punya rasa bersalah ia tinggalkan Michael yang masih ada didalam kamar, tapi ketika ia mau menutup pintu kamar, Michael memanggilnya.
“Hei, siapa yang menyuruh kamu keluar dari ruangan ini ?”
“Sebenarnya sih tak ada, aku hanya mau keluar untuk membeli frame untuk fotomu yang kurusak tadi.”
“Tak perlu, cepat kau rapikan tempat tidurku lagi. Setelah itu pergi ke ruang tamu, ada hal yang harus kubicarakan denganmu.
“OK.” Ucap Mytha dengan cekatan membereskan kamar Michael. Sedangkan Michael menaruh foto itu di dalam sebuah lemari kecil lalu pergi meninggalkan Mytha yang sibuk membereskan kamar tanpa bicara sepatah katapun.Saat Michael tak ada,diam-diam Mytha mengambil foto itu dan menyimpan disakunya.Selesai membereskan kamar, Mytha langsung keluar dari kamar itu, tapi sayang Mytha tak tau dimana ruang tamunya karena rumah itu saking gedenya dan ditambah sepinya rumah itu membuat Mytha terpaksa muter-muter dahulu.Tapi Mytha menemukan sebuah pintu yang aneh yang ditulis di pintunya “DON’T ENTRY”.Karena penasaran,Mytha ingin membuka pintu itu tapi tak jadi karena terdengar suara perempuan dan laki-laki didalam ruangan itu.
“Who is she ?” (Siapa dia ?) Ucap laki-laki di dalam ruangan itu.
“I don’t know, Michael said she just child who is playing this place.” (Aku tak tau, Michael bilang dia hanya anak kecil yg sedang bermain disini) Perempuan di dalam ruangan itu menjawab.
 “Hmm, I have idea, why we don’t make all children in this world don’t like him ? so world can’t accept his existence” (Hmm, Aku punya ide, kenapa kita tidak membuat semua anak2 di dunia ini tidak menyukainya ? jadi dunia tidak bisa menerima keberadaanya) Ucap sang laki-laki.
“Hmmm I think, it’s the great idea..” (Aku pikir itu ide yg bagus..) Ucap sang perempuan
“Haha yeah, and we can spend all his money Haha.” (Haha ya, dan kita bisa menghabiskan semua uangnya haha) Ucap sang laki-laki sambil tertawa besar dan terdengar berat.
“It will be the greatest adventure, won’t it ?” (Ini akan menjadi petualangan yg bagus, bukan ?) Usul perempuan itu.
“You always make me happy, you’re the perfect girl honey”(Kau slalu membuatku senang, kau gadis yg sempurna manis)
Mytha tak mau menguping lagi rasanya ia mau memberitahukan kepada Michael tapi tunggu dulu siapa yag dimaksud dengan perempuan yang mereka maksud ? Apakah dirinya atau orang lain. Ia terus berfikir begitu, dan rasanya ingin lari dari rumah ini. Tapi kalau dipikir2 kasihan Michael, dia akan disakiti oleh orang2 itu, aku harus memberitahunya. Arghh siapa peduli ? Mytha bukan2 siapa2nya dia, lbh baik Mytha pergi saja pikirnya.
“Sialan, rumah ini dikunci lagi.” Mytha mencoba menggedor-gedor pintu “Hello !!! any anyone in there ?” (Halo !! Ada orang disana ?) teriak Mytha dari dalam, tapi tak ada respon,tiba-tiba ada yang mendekap mulutnya dari belakang,itu membuatnya kaget tapi saat orang itu melepaskan dekapannya ternyata dia adalah……
“Michael !!! Kurang ajar kau !” Ucap Mytha sambil memukul badannya Michael dengan bantal yang ada di kursi ruang tamu itu.
“Sorry sorry, Kau jangan gitu dong.” Ucap Michael sambil melindungi dirinya dengan tangan.
“Michael, tolong buka pintunya, aku mau keluar dari sini !” Ucap Mytha galak.
“Galak amat ! Ayo duduk disini, mau minum tidak ?” Michael coba menenangkan Mytha
“No Thanks“ Ucap Mytha tambah galak.
“Jangan malu-malu, dingin-dingin begini paling enak minum coklat panas bersamaku.”  Ucap Michael dgn nada menggoda dan tersenyum manis sekali.
Mytha cuma diam saja, lalu duduk di kursi tamu itu. Sebenarnya Mytha mau berteriak tapi melihat wajah Michael rasanya ia benar-benar orang baik. “Ehm, baiklah. Tp habis ini aku mau pulang ya.”
“OK. Please wait.”
Michael memanggil pelayannya hanya dengan satu jentikan, lalu keluarlah sang pelayan yang memakai baju pelayan, berkumis, memakai dasi kupu2, dan membawa note dan pulpen ditangannya.Persis seperti pelayan restoran yg kayak di TV.
”Oh, I don’t know your name. What is your name ?” (Oh, aku belum tau namamu. Siapa namamu ?) Ucap Michael
“Sudah jangan meremehkanku yang enggak bisa B.Inggris. Memangnya penting ya namaku bagi kau ?” Ucap Mytha masih marah
“Ohh, jadi begitu ya. Tak apa.” Ucap Michael dengan wajah yang aneh.
Karena takut Mytha menjawab “Ok, ok, namaku Mytha.”
“Hey nama kamu sama denganku, berawal dari M.”
“Nama pacarmu juga berawal dari M”
“Oh ya, haha benar juga. Sulit dipercaya. Ini ajaib”
“Yee biasa aja kali, weee”
Mereka tersenyum baru menyadari hal itu, akhirnya mereka bisa akur juga setelah setengah hari penuh dengan pertengkaran.Tak berapa lama pelayannya itu membawa 2 cangkir coklat panas dan menatanya dimeja. Tiba-tiba tangan mereka berdua mengambil cangkir yang sama, mereka kaget dan saling bertatapan.....
(To be continued)



Kamis, 18 Agustus 2011

0

Love in Los Angels (My Novel, Part 1)

Posted in


D

isebuah tempat bersalju dimana banyak orang-orang bermain Ice Skiting tak terkecuali aku dan dia.Untuk pertama kalinya aku bermain Ice Skitting diajarin dia. Dia kelihatannya 5 tahun lebih tua dariku, dan bahkan aku tak tau namanya.Dia seperti kakak impian bagiku sudah keren, handsome, pintar, tajir,dan baik hati pokoknya sempurna banget deh.Begitu aku lelah bermain, dia mengajakku kerumahnya yang besar dan luas sekali. Anehnya aku enggak kaget sama sekali seperti sudah biasa keluar masuk rumah itu. Dia mempersilahkanku duduk didekat perapian dan aku disuguhkan coklat panas yang lezat.Tiba-tiba dia mengeluarkan sesuatu dibalik sakunya,isinya kalung bandul yg indah sekali, kecil, warnanya putih bersih, mengkilap, seperti berlian bercahaya. Itu membuatku speechless, dan kuputuskan untuk tak menerimanya walaupun aku suka cowok tajir tapi aku tak segitunya,Tapi ia malah memakaikan kalung itu dileherku,aku udah enggak bisa ngapa-ngapain lagi, dia malah berkata “Kau adalah adikku yang tersayang,Mytha……” Saat ia memanggilku suara itu makin lama makin meredup……
Disebuah kamar yg sempit tapi rapi terbaring seorang perempuan sedang tertidur lelap dikasurnya,tapi tiba-tiba ada yg membangunkannya.
“Mytha,Mytha bangun sudah jam 8 pagi”
“Ah bentar lagi deh.Kakak lagi disini nih.” Jawab perempuan itu dgn malas.
Sambil melepaskan selimut dari dekapan Mytha “Heh,kakak darimana kamu kan anak mama satu-satunya.”
Terbangun kaget “Apa !? berarti tadi hanya mimpi dong.”
“Semalem kamu mimpi apa sih sampai ngimpin kayak gitu ?”
“Hehehe.Sekarang sudah jam 8 ya, berarti tinggal satu jam lagi keberangkatan pesawat ke L.A.Waaa……” Cepat-cepat Mytha masuk ke kamar mandi dengan terburu-buru.
“Jangan lama-lama ya supirnya sudah datang tuh.” Teriak mama mengigatkan.
“Aduh mampus.” Gumam Mytha dalam hati.
Mytha adalah perempuan yang baik, sedikit manja,ga’ pinter bergaul,kadang pinter kadang enggak,cepat marah,& kadang-kadang lembut. Penampilannya yang culun yang ga’ bias ia ubah, seperti rambut dikepang kayak orang kampung setiap hari, kacamata yang enggak cocok diwajahnya, sudah begitu ia kurus kering lagi.Tidak sedikit orang yang suka mengolok-oloknya sejak dia SD sampai sekarang,bahkan ia juga pernah dikerjain abis-abisan di kelas.Hanya satu kunci mengubah penampilan Mytha jadi normal seperti yang lainnya yaitu percaya diri.Sebenarnya Mytha sudah tau hal ini tapi ia merasa akan lebih buruk lagi mengubah penampilannya dan lagipula penghasilan ortu pas-pasan. Umur Mytha baru 15 tahun dan ia sekarang duduk di bangku 1 SMA. Dimana rasa suka pada seorang laki2 sedang mengebu-ngebu. 
Tapi rasa suka itu tidak berlaku bagi Mytha, karena dia udah terlanjur cinta sama Andrew. Ya Andrew, dia adalah teman bermain saat ia masih berumur 4 tahun.Mytha dulu senang sekali bermain dengaannya, bahkan ia bersahabat dengannya,walaupun ia cowok tapi sukanya bermain dengan anak cewek,orangnya kaya,baik,rendah hati,pokoknya beda 180 derajat dari Mytha.Kadangkala Mytha kecil ini yang ga’ pandai bergaul sering diajak bermain dengan anak yg lainnya oleh Andrew,tapi ia tetap saja diam.Andrew ini memang suka sekali membantu Mytha dalam segala hal sampai 4 tahun berlalu,disaat Mytha mulai menyukainya tiba2 ayahnya Andrew pindah bekerja di Amerika jadinya Andrew ikut bokapnya.Dan disaat itu Mytha diberi jam indah oleh Andrew agar suatu saat nanti mereka berharap bisa bertemu kembali.Saat itulah Mytha jadi tambah tidak pede. Mytha sejak ia ditinggal Andrew. Dan sampai sekarang jam itu masih ada sampai sekarang, ia selalu memakainya kapanpun dan dimanapun sambil berharap ia bisa bertemu dengan Andrew lagi.
Dan sekarang Mytha akan berangkat ke Los Angels bersama supir suruhan omnya itu,dengan biaya dari omnya yang punya perusahaan yang lumayan. Dan untungnya mamanya memperbolehkannya ke L.A. Mytha senangnya bukan kepalang.
Setengah jam berlalu, Mytha sudah keluar dari kamarnya dan sudah siap untuk berangkat ke bandara.Lalu Mytha berpamitan kepada ibunya. Ia diantar oleh supir suruhan omnya sampai tujuan.Dan untung saja supir suruhan omnya itu yang sudah ia kenal sejak bertemu pertama kali dan supir itu juga sering mengantar keluarga omnya bolak-balik ke USA-Indonesia.
Sesampai di bandara untung ga’ ketinggalan pesawat, dan masih punya waktu  untuk segala yg diperlukan sebelum naik pesawat. Setelah semua urusan selesai Mytha langusng naik pesawat dan duduk di barisan tengah dekat jendela,sedangkan supirnya duduk dibelakangnya Mytha.Karena pesawat itu ga’ terlalu ramai jadi banyak bangku yang kosong.
Oh ya alasan kenapa Mytha ke L.A adalah untuk berlibur dengan om dan tantenya yang baru setahun menikah. Dan hal ini yang Mytha tunggu2 sedari dulu, untung saja mama mengijnkankannya liburan di L.A, dan sekalian menambah pengalaman dan kemandiriannya pikirnya.

®

S
etelah perjalan satu hari satu malam,akhirnya sampai juga dibandara L.A. Turun dari pesawat mereka melakukan hal yg sama sebelum naik pesawat kemarin. Lalu menunggu supirnya yang entah kemana,tiba2 sudah ada mobil berhenti di depannya Mytha, ternyata itu adalah mobil omnya lengkap dengan supirnya yg tadi tiba2 ngilang begitu aja,dengan segera Mytha menaikinya dan langsung menuju ke rumahnya. Saat itu turun salju yang begitu indah, tak pernah Mytha melihat seperti ini sebelumnya. Disana dipinggir jalan Mytha melihat orang2 sedang bermain salju, membuat patung salju, atau bermain Ice Skitting. Rasanya ingin ikutan main, pasti sangat asyik, akhirnya ia sampai juga dirumah omnya, Mytha disambut hangat oleh om dan tantenya.
”Selamat datang Mytha, kami senang kamu bisa kesini“ ucap om.
Sedangkan tante sedang membuat teh hangat karena Mytha merasa kedinginan
”Justru aku yang senang bisa diperbolehkan main ke sini om.Oh,ya om,kalau aku tinggal disini kayaknya harus bisa B.Inggris deh.”.
”Itu pasti.”
“Yah,om gimana sih aku kan enggak terlalu bisa B.Inggris.”
”Tenang aja kamu pasti bisa berbahasa Inggris, nanti biar tantemu yang ajarin.” Ucap om sambil menyeruput teh hangat yang baru saja ditaruh oleh tante di meja.
”Tenang saja pasti tante ajarin. Sudah kamu minum saja teh hangatnya.”  Ucap tante sambil tersenyum kearah Mytha
“Baik tante,Oh ya tante,besok aku mau lari pagi.Boleh enggak ?” Ucap Mytha smbil menyeruput teh hangat.
“Kamu enggak salah,hari inikan musim dingin dan kamu kan juga belum tau jalannya dan lagipula kamu belum mahir berbahasa Inggris.” Kaget si tante.
“Tak masalah jalan kaki pun boleh.Makannya dari itu nanti malam kasih tau jalannya ya dan ajarin aku berbahasa Inggris.Boleh ya tante ?” ucap Mytha sambil memohon.
”Terserah kau saja deh,tapi jangan jauh-jauh ya.” Akhirnya Tante Mytha memperbolehkannya.
”Yess” senangnya Mytha.
‘Kriiing’ terdengar suara telpon berbunyi lalu tantenya Mytha mengangkat telponnya. Ternyata dari ibunya Mytha, dengan segera Mytha langsung mengambil gagang telpon lalu ngobrol dengan ibunya.
Sorenya Mytha dan tantenya mengajak Mytha keliling rumahnya disana banyak anak-anak karena rumah tantenya adalah sebuah perkomplekkan. Mytha melihat sebuah rumah dan taman yang besar sekali, didalamnya ada banyak permainan taman ria, dan ada kereta juga didalamnya. Persis seperti anjungan khusus anak2 karena heran dia menanyakan tantenya
“Tante kok ni rumah aneh ya ?”.
”Kamu enggak tau ya ini Neverland tempat tinggal sang artis terkenal itu.” Ucap tante pelan.
“Apa ? Siapa tante ?” Ucap Mytha sedikit berteriak, sehingga terdengar oleh yang lain.
“Oh my god. Kamu enggak gaul banget ya.Ya siapa lagi kalau bukan Michael Stars ! Kecil-kecil sangat berbakat, dia sudah berprestasi sejak kecil. Sekarang dia menjelma menjadi idola remaja yg tampan.” bisik tante Mytha.
” Oh…” Ucap Mytha dengan polosnya
“Lho kok ekspresinya biasa aja sih ?” Heran tantenya
“Lha orang aku gak kenal juga “ Jawab Mytha sambil menaikkan alisnya satu.
“Mau tante kenalin ?” Ledek tantenya yang berpikir Mytha akan tak tertarik dengan perkataanya.
“Boleh”
“Ahh,payah kamu.Udah yuk pulang aja”  ajak tantenya Mytha, karena sudah males ngurusin sifatnya Mytha yang dari dulu ga’ pernah berubah judesnya. Mytha sih cuma ikutin aja.Malamnya Mytha belajar berbahasa Inggris,lumayan rumit sih tapi tak apa sekalian nambah ilmu.

®

B
esok paginya Mytha bangun,ia melihat pemandangan di luar jendela. Diluar makin lama salju makin menumpuk,tetapi Mytha tetap keukuh terhadap keinginannya karena ia tak mau diam diri saja disini.Akhirnya Mytha keluar dari rumah tanpa sepengetahuan tantenya,tapi ia sudah meninggalkan surat untuk tantenya agar enggak nyariin dia.Saat keluar rumah rasanya dingin banget seperti ada di kulkas, kadang-kadang ia suka bersin-bersin.Walaupun dia sudah pakai baju hangat tapi tetap saja masih terasa dinginnya cuaca hari ini.Sudah berjalan setengah perjalanan ia melihat Neverland yang penuh dengan anak-anak ceria disana.Ia berfikir sejenak ini rumah makin lama makin aneh saja.Lalu Mytha pergi meninggalkan rumah itu,tapi baru beberapa langkah ia melihat sesosok cowok di atas pohon,dan sepertinya cowok itu lagi ngelamun.Awalnya  ia kira cowok itu setan tapi ternyata orang, jadilah usilnya keluar.
“Hey you, You don’t bring bananas, do you ?” (Hey kau, kau tidak membawa pisang, kan ?) ucap Mytha jail

Cowok itu menoleh ke arah Mytha dan turun dari pohon sambil balik bertanya
“ What do you means ? Do you think I am monkey ? And who are you !” (apa maksudmu ? Kau pikir aku monyet ? dan siapa kau !)  Ucapnya dengan nada marah
“Nothing, I am sorry.” (Bukan apo-apa, Aku minta maaf) Ucap Mytha dengan enteng
“Nothing sorry for you, if you still brave, I will dare you play carousel 10 times. You can do it ?” (Tak ada kata maaf bagimu. Jika kau masih berani, aku akan menantangmu naik komidi putar selama 10 putaran. Kau bias melakukannya ?) Tantang Michael.
“It’s easy for me.“ (Itu mudah bagiku)
“Ok, let’s come in !” (Ok, Ayo masuk !)Ucap orang itu sambil turun dari pohon
“No problem, but how can I enter in there ?” (Bukan masalah, tapi bagaimana aku bisa masuk kesana ?)
“Climb fence that.(Panjat pagar itu)
“OK !” Ucap Mytha sambil memulai manjat pager.
“Hey, hey, what are you doing ?” (Hey, hey, apa yang kamu lakukan ?)
“Climb, you said I must climb fence.(Memanjat, kau tadi bilang aku harus memanjat)
“No  Just enterance this gate !” (Tidak, Masuk pintu gerbang ini saja !)
“Huuuu……
“You don’t wanna enter this way ? Ok, I let you climb fence now.” (Kau tidak ingin masuk dengan jalan ini ? Ok, aku akan membiarkanmu memanjat pagar sekarang)
Mytha diam saja karena sudah malas berurusan dengan orang kayak dia.Cowok itu langsung asal tarik tangannya Mytha.
“Ugh… it’s hurt !” (Ugh, sakit)
          “Hurry Up!” (Cepat !)
“Wa.. wait.” (Tu…tunggu) Ucap Mytha sambil mulai naik komidi putar
Tapi anehnya saat Mytha mau naik, semua anak-anak yang naik komidi pada turun, dan saat itu komidi putarnya pelan2 berjalan, Mytha menoleh cowok tadi sambil melambaikan tangan dan berteriak
“Congrulation to try it ! I hope you don’t dizzy !” (Selamat mencobanya ! Aku harap kau tak pusing !)
Kata-kata itu membuat Mytha takut jangan-jangan………
Mula-mula komidi berjalan dengan pelan lalu makin lama makin cepat komidi putarnya dan membuat ia pusing. Mytha mengejamkan matanya sampai komidi putar itu berhenti.
          “Are you Ok ?” ucap cowok itu sambil menggoyang-goyangkan tubuh Mytha, pandangan mata Mytha terasa kabur sekali dan tak ia jawab pertanyaan cowok itu tadi karena sudah tak kuat untuk bicara lalu akhirnya Mytha pingsan.....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...